Selamat Datang diwebsite Balai Litbang P2B2 Donggala - Badan Litbang Kesehatan - Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Tentang Kami

Balai Litbang P2B2 Donggala
Jl. Masitudju No.58 Kec. Labuan
Donggala, Sulawesi Tengah.
Telp. 0451-4709839
email:
bp4b2donggala@litbang.depkes.go.id
bp4b2donggala@gmail.com


Menu Utama

   Home

   Profil, Visi dan Misi

   Tupoksi dan Struktur Org.

   Sumber Daya Manusia

   Jurnal Penelitian

   Galeri Dokumentasi

   Instalasi Parasitologi

   Instalasi Hewan Coba

   Instalasi Sumber Daya Hayati

   Penelitian / Research

   Informasi Publik

Link Partner

   Kementerian Kesehatan RI

   Badan Litbangkes

   World Health Organization

   Jaringan IPTEK Kesehatan

   WHO - Indonesia

   DinKes Propinsi Sulteng

   DinKes Kota Palu







 

Penelitian Nasional
Studi Diet Total 2014


- Apa itu SDT?

Studi Diet Total (SDT) atau dalam bahasa Inggris Total Diet Study (TDS) adalah kegiatan yang bertujuan untuk menyediakan data tentang kecukupan dan keamanan makanan yang di konsumsi oleh penduduk Indonesia. Studi Diet Total terdiri dari dua kegiatan besar yaitu kegiatan Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) dan Analisis Cemaran Kimia Makanan (ACKM).

Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) dirancang untuk memberikan gambaran konsumsi yang mewakili provinsi dan Nasional. Selain itu juga untuk menyediakan daftar makanan yang dikonsumsi oleh sebagian besar (90%) penduduk dalam 24 jam, termasuk cara persiapan dan pengolahan pangan yang dikonsumsi di rumah tangga. Analisis Cemaran Kimia Makanan (ACKM) adalah kegiatan yang menganalisis cemaran kimia tertentu dalam makanan. Bahan makanan yang dianalisis berasal dari daftar makanan yang dihasilkan SKMI.

Studi Diet Total merupakan studi berskala nasional yang dilaksanakan di 34 provinsi, 498 kabupten/kota, dan 2080 BS terpilih. Demikian pernyataan dr. Siswanto, MHP, DTM, dalam acara Raker Badan Litbangkes pada Rabu malam (5/3). Ini pertama kalinya beliau menjelaskan proyek penelitian SDT dalam forum yang dihadiri seluruh jajaran Badan Litbangkes. Selama ini baru sebagian yang mengetahui informasi mengenai SDT.

Tujuan umum dari pelaksanaan SDT adalah untuk mengumpulkan data tentang kecukupan dan keamanan makanan yang dikonsumsi oleh penduduk Indonesia. Sementara tujuan khusus dari penelitian ini memperoleh informasi rata-rata berat bahan makanan yang dikonsumsi individu menurut jenis makanan dan kelompok makanan (food group), memperoleh informasi tentang tingkat asupan zat gizi (makro dan mikronutrien) individu, serta untuk mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan konsumsi zat gizi individu.

Manfaat yang diperoleh atas pelaksanaan kegiatan riset ini sungguh strategis. SDT memunculkan tersedianya data dasar kecukupan dan keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat. Data ini dapat dijadikan dasar kebijakan dilingkup Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk membuat peraturan dalam rangka menguatkan program pangan, gizi dan kesehatan masyarakat.

Saat ini tim SDT tengah melakukan persiapan. Di awal tahun 2014 ini, tim telah menyusun pedoman, kuesioner dan pembuatan foto contoh makanan. Kemudian dilakukan pengembangan data base komposisi zat gizi dan penyiapan data listing BS terpilih. Pelaksanaan ujicoba SDT dilakukan pada minggu kedua bulan Maret ini dan rencananya pengumpulan data akan dilakukan pada bulan Mei-Juni oleh para peneliti berkerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Poltekkes.

                        




- Tim Koordinator 5 Wilayah Indonesia

Setelah sebelumnya melakukan uji coba lapangan, dan mensosialisasikan Studi Diet Total (SDT) pada tiga wilayah Regional Rakerkesnas 2014, Tim SDT semakin merapatkan barisannya. Sukses menebar jaring informasi pada Rakerkesnas Regional Tengah di Bali, Regional Timur di Manado, dan Regional Barat di Jakarta, Tim SDT mulai melakukan Koordinasi untuk pelaksanaan Sudi Diet Total (3-4/4). Koordinasi yang dilakukan di Hotel Acacia Jakarta ini diikuti oleh perwakilan Dinkes 34 Provinsi Se Indonesia, Poltekes dari 34 Provinsi, Koordinator untuk 34 Provinsi, Peneliti Litbangkes, serta pejabat Eselon Badan Litbangkes.

Pertemuan Koordinasi ini diawali dengan pemaparan mengenai konsep awal Studi Diet Total, yang terbagi dalam dua tahapan pelaksanaan. Diawali dengan Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) yang akan mulai dilakukan pada tahun 2014 ini, dan dilanjutkan dengan Analisis Cemaran Kimia Makanan (ACKM) yang rencananya dilakukan pada tahun 2015. Dijelaskan pula dalam paparan ini mengenai metodologi, populasi dan sampel yang digunakan,hingga pada pembagian tugas dan tanggung jawab Tim SDT di masing-masing.

Dalam pelaksanaanya, Tim SDT terbagi dalam 5 koordinator wilayah (korwil). Korwil 1 meliputi Provinsi Aceh, Riau, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Daerah istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Serta Sulawesi Selatan. Korwil 2 terdiri dari Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bengkulu,Lampung, Jawa Barat, Banten, dan Maluku. Korwil 3 mencakup Provinsi Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua. Untuk Korwil 4, termasuk di dalamnya Provinsi Jambi, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. Dan untuk Korwil 5, terdapat Provinsi Bangka Belitung, Kalimantan Barat, kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, serta Papua Barat.





- Workshop Pengumpulan Data SDT Resmi Ditutup

Kepala Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik Badan Litbang Kesehatan, dr. Siswanto, MHP, DTM secara resmi menutup acara “Workshop Pelatihan Tenaga Pengumpul Data (Enumerator) Survey Konsumsi Makanan Individu Study Diet Total (SDT) 2014 “ yang diadakan di Tapos Bogor tanggal 10 hingga 19 Maret 2014. Acara diikuti oleh enumerator, perwakilan Korwil (Koordinator Wilayah) serta tim teknis yang tergabung SDT 2014.

Dalam sambutannya, Siswanto mengungkapkan, mulai Kamis (20 Maret 2014) tim enumerator akan turun ke lapangan untuk melakukan ujicoba survey kesehatan masyarakat individu (SKMI). Tugas enumerator adalah mengkonversi dengan cara foodrecallyaitu menanyakan yang terjadi kemarin dalam waktu 24 jammakanan yang dikonsumsidalam bentuk matang dan mentah perjenis bahan makanan. Menurut Siswanto, pentingnya bentuk mentah karena sebagian besar food composition tabel di Indonesia dalam bentuk mentah supaya nanti saat dikonversi bisa dikalikan, sedangkan bentuk matangkaitannya sangat penting untuk analisis cemaran kimia makanan.

Salah satu hasil dari workshop ini akan dilakukan perbaikan-perbaikan. “Perbaikan meliputi 3 hal, yaitu perbaikan pedoman, perbaikan kuesioner jika ada yang kurang pas, dan perbaikan pada buku seperti buku model makanan”, ujar Siswanto

Mutiara Prihatini, S. Gz. M.Si selaku tim teknis SDT 2014 menyatakan ujicoba pengumpulan data akan dibuat semirip mungkin dengan kondisi saat dilaksanakan secara nasional. Semua tim akan terdiri dari 4 orang dengan minimal pendidikan Diploma (D3) gizi. Tim akan dibekali oleh peralatan kerja yang hampir mendekati dengan peralatan yang nantinya akan digunakan saat pengumpulan data sesungguhnya dilakukan. Ujicoba dilakukan di 3 kelurahan, yaitu kelurahan Ciawi, Pondok Rajeg, dan Pabuaran. Tim berkewajiban menyelesaikan 15 rumah tangga yang telah ditentukan sebelumnya.




BERITA-BERITA



Kunjungan Tim Arsiparis Badan Litbangkes

Donggala,
Kunjungan dari Tim Arsip Badan Litbangkes ke Balai Litbang P2B2 Donggala pada tgl 20 Juni 2014 mensosialisasikan tata cara pengarsipan berkas-berkas perkantoran. Adapun manfaat dari sosialisasi pengarsipan ini adalah menjaga terciptanya arsip dari kegiatan, menjaga ketersediaan arsip, menjaga terwujudnya pengelolaan arsip dan pemanfaatan arsip, menjaga keamanan dan keselamatan arsip terkait hak-hak keperdataan, menjaga keselamatan dan kelestarian arsip , menjaga keselamatan aset nasional , menyediakan informasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.


      

Kegiatan ini dilaksanakan selama setengah hari kerja dan diikuti oleh perwakilan dari unit instalasi dan seksi Balai Litbang P2B2 Donggala.

Post: 22 June 2014






Penutupan Kunjungan Inspektorat III Jenderal Kementerian Kesehatan

Donggala,
Kata sambutan dari Inspektorat III bapak Drs. Wiyono Budihardjo, MM mengakhiri pemeriksaan laporan pertanggungjawaban keuangan di Balai Litbang P2B2 Donggala. Adapun maksud dari tujuan ini untuk menekan penyalahgunaan wewenang terhadap penggunaan uang milik negara.


      

Adapun hasil dari pemeriksaan tersebut tidak mengindikasikan pelanggaran terhadap laporan pertanggungjawaban keuangan di Balai Litbang P2B2 Donggala.

Post: 24 May 2014





 
Satker Badan Litbangkes

Pusat Biomedis dan Teknologi
Dasar kesehatan


Pusat Teknologi Terapan dan Epidemiologi Klinik

Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat

Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu

Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium Magelang

Balai Penelitian dan Pengembangan Biomedis Papua

Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara

Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Tanah Bumbu

Loka Penelitian dan Pengembangan Biomedis Aceh

Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja


Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Ciamis

Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Waikabubak




Pengunjung / Visitor

visitors by country counter




Saran & Kontak




         




Copyright © 2012. BALAI LITBANG P2B2 DONGGALA. All rights reserved